A. Latar Belakang Masalah
Penulis menyadari, siswa perlu diajarkan mengenai sastra, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengapresiasi, terutama sastra Indonesia. Hasil dari pengajaran tersebut peserta didik diharapkan menuai berbagai pengetahuan serta memiliki penilaian positif dan dapat mengembangkan kemampuannya yang berhubungan dengan kesusastraan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1966:77) sastra adalah karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki keunggulan seperti keaslian, keartistikan, serta keindahan dalam ciri dan ungkapannya.
Tujuan umum pengajaran sastra menurut Kurikulum 2004 adalah supaya siswa dapat menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuan berbahasa. Oleh karena itu, guru sastra untuk dapat melakukan berbagai usaha dalam meningkatkan kemampuan apresiasi sastra di sekolah kepada peserta didik sehingga guru bahasa dan sastra hendaknya memperhatikan tujuan kelas. Tujuan kelas yang menjadi acuan yaitu siswa mampu memahami, menghayati, dan menggali nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan serta diharapkan mampu menulis sastra.
Pengajaran sastra sangat berperan dalam pembentukan sikap, moral, kepribadian, dan etika peserta didik. Melalui pengajaran sastra kita tidak hanya memperoleh teori tentang sastra, tetapi akan mendapatkan pengalaman dalam karya sastra itu sendiri.  Tujuan penting pengajaran sastra adalah siswa dapat mengapresiasi sebuah karya sastra. Apresiasi ini dapat dicapai dengan baik apabila si pembaca dapat menumbuhkan perasaan terhadap teks sastra yang diapresiasinya.
Mempelajarinya, seseorang tidak hanya memandang sastra secara utuh. Sastra dapat dipandang secara multidimensional dari kehidupan masyarakatnya. Di dalamnya dapat dilihat budaya, bahasa, etika yang semuanya itu merupakan tata nilai  kehidupan sosial masyarakat. Hal itu dapat kita gali melalui pemahaman terhadap karya sastra khususnya cerita pendek.
Berbagai jenis sastra yang berkembang, seperti cerpen, tampaknya dapat merebut hati penikmat sastra. Suatu hal yang biasa dilakukan untuk merebut hati penikmat cerpen ialah dengan menyajikan suatu cerita yang ditulis berdasarkan kejadian yang sebenarnya, diangkat dari fenomena sosial yang merupakan sumber utama. Dengan demikian, sastra selain sebagai karya sastra seni, juga merupakan karya kreatif yang dapat dimanfaatkan sebagai konsumsi intelektual di samping konsumsi emosi.
Suatu hal penting yang harus disadari bahwa karya sasra adalah suatu fenomena sosial. Ia terkait dengan penulis, pembaca, dan terkait dengan segi kehidupan manusia yang diungkapkan dalam karya sastra. Karya sastra sebagai fenomena sosial tidak hanya terletak pada segi penciptaannya saja, tetapi juga pada hakikat karya itu sendiri. Malahan mungkin dapat dikatakan bahwa reaksi sosial seorang penulis terhadap fenomena sosial yang dihadapinya mendorong ia menulis karya sastra. Oleh sebab itu, mempelajari karya sastra berarti mempelajari suatu kehidupan. Hal itu bermakna bahwa kajian tentang manusia, kehidupan, budaya, idielogi, perwatakan, bahkan menyangkut masalah-masalah lain yang lebih luas yang terkait dalam kehidupan manusia (Semi,1993:53).
Dalam kehidupan bermasyarakat, baik masyarakat modern maupun masyarakat tradisional selalu ada norma etika. Norma tersebut disusun berdasarkan kesepakatan umum [seperti adat, kebiasaan, kelaziman (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001:439)]. M. Yatimin Abdullah (2006:4) mendefinisikan etika berdasarkan etimologi bahwa istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti adat istiadat. Sehubungan dengan itu Mungin Eddy Wibowo (2001:6) mengartikan etika sebagai cabang filsafat yang membicarakan nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Pendapat tersebut diperjelas oleh Abdulkadir Muhammad (2005:66) yang menyatakan bahwa etika merupakan ilmu tentang kebiasaan yang baik. Hubungan antara etika dengan sosiologi sangat relevan. Sosiologi digunakan untuk memahami etika, hal demikian dapat dimengerti karena banyak kajian etika yang dapat dipahami secara professional. Hubungan etika dengan sosiologi ialah sama -sama mempelajari dan mengupas masalah perilaku. Perbuatan manusia yang timbul dari kehendak ilmu sosiologi
mempersoalkan kehidupan bermasyarakat dan etika dari sisi tingkah laku (Yatimin Abdullah, 2006:397-398). Berkaitan dengan hal tersebut Poedjawijatna (2003:39) berpendapat bahwa hubungan antara etika dan sosial menghasilkan produk pranata sosial. Istilah tersebut diartikan sebagai suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting. Dengan kata lain pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mengejawantahkan nila -nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat.
Memperhatikan pendapat tersebut, “Kembang Mayang” 28 Cerita Pendek Perempuan Cerpenis Indonesia (penulis menyebut dengan Antologi Kembang Mayang) editor Korrie Layun Rampan dapat dikaji dari sisi etika yang terkandung di dalamnya. Kembang Mayang merupakan antologi cerpen karya cerpenis perempuan Indonesia yang memunculkan berbagai visi dan pandangan hidup yang terjelma di dalam karya fiksi mereka. Para pengarang dalam berkarya menggunakan kemerdekaan kreatif yang tepat guna, semua cerpenis membawa kisah-kisah unik dan menarik kesemua persoalan kebajikan dan kebenaran. Mereka berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran lewat karya fiksi yang memikat hati. Bertitik tolak dari latar belakang diatas, maka penulis mengambil judul penelitian “Analisis Nilai Etika dalam Antologi Kembang Mayang” editor Korrie Layun Rampan.

B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut ini.
1.      Bagaimanakah Etika yang terkandung dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan?”
2.     Bagaimanakah jenis etika hidup yang terkandung dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan?
3.     Apakah antologi cerpen Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan dapat dijadikan salah satu bahan dalam memperkaya bahan pembelajaran di SMA?

C. Batasan Masalah
Luasnya kajian dalam penelitian ini, peneliti mencoba membatasi permasalahan yang ada. Kajian kandungan etika dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan ini, peneliti membatasi pada dua pokok bahasan yaitu etika dan jenis etika hidup.
Kedua pokok bahasan di atas disesuaikan dengan fenomena kehidupan yang sifatnya akan memberikan motivasi untuk senantiasa berbuat baik yang sumbernya dari hati nurani yang bersih dengan keutamaan watak manusia sehingga siswa dapat mengambil sikap positif untuk diaplikasikan dalam kehidupannya.

D. Tujuan Penelitian
Ragam penelitian bergantung pada tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat dan sebagainya. Tujuan harus diperjelas agar arah penelitian dapat mencapai sasaran yang diharapkan (Pradopo, 2001: 25). Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan sebagai berikut ini.
1)   Memperoleh gambaran objektif tentang etika yang terkandung dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan.
2)  Memperoleh gambaran objektif tentang jenis etika hidup yang terkandung dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan.
3)   Memperoleh gambaran tentang kesesuaian sastra tersebut untuk dijadikan bahan pembelajaran sastra di SMA.

 E. Manfaat Penelitian
            Hasil pengajaran sastra sangat berperan dalam pembentukan sikap, moral, kepribadian, dan etika peserta didik. Melalui pengajaran sastra kita tidak hanya memperoleh teori tentang sastra, tetapi akan mendapatkan pengalaman dalam karya sastra itu sendiri. Bertitik tolak pada tujuan, manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.             
1.   Bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia.
Membantu dalam menyeleksi dan mengklasifikasikan bahan pengajaran apresiasi sastra khususnya cerpen.
2.    Bagi peneliti lain
Sebagai salah satu referensi untuk meneliti karya sastra yang berhubungan dengan penelitian ini.
3.   Bagi pembaca sastra
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana dalam memahami Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan.

F. Anggapan Dasar
            Anggapan dasar adalah segala kebenaran, teori, atau pendapat yang dijadikan landasan dasar dalam suatu penelitian yang tidak dapat dipersoalkan lagi benar salahnya (Arikunto, 1998:10). Berdasarkan pendapat tersebut, maka anggapan dasar penelitian dirumuskan sebagai berikut ini.
1.    Kegiatan apresiasi sastra berkaitan erat dengan daya khayal serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan hidup (Depdikbud, 1993:4)
2.    Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri.
3.   Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)
4.  Menganalisis merupakan salahsatu cara memperoleh gambaran objektif tentang cara pengarang dalam menyampaikan tujuannya.

G. Definisi Operasional
            Supaya lebih jelas, di paparkan pula beberapa istilah yang dijadikan sebagai judul dalam penelitian ini, yaitu:
1.   Etika adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupannya (Magnis,1993:5).
2.  Antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang (KBBI, 2001:58).
3.      Kembang Mayang adalah antologi 28 cerita pendek perempuam cerpenis Indonesia dengan editor Korrie Layun Rampan.
4.      Cerita pendek (cerpen) adalah suatu cerita prosa fiktif yang pendek, yang melukiskan para tokoh, gerak serta adegan kehidupan nyata yang direpresentasikan dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusus.

H. Metode Penelitian
Metode adalah cara yang digunakan dalam suatu penelitian. Hasil yang ingin dicapai dalam suatu penelitian ditentukan oleh metode yang digunakan. Sebagaimana pendapat Surachmad (1990:13) bahwa metode merupakan cara utama yang dpergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis, dengan mepergunakan teknik serta alat-alat tertentu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Menurut Masri Singarimbun (1982:4) metode deskriptif berguna untuk mendekripsikan secara rinci mengenai keadaan sosial tertentu, misalnya interaksi sosial, serta sistem kekerabatan. Sedangkan menurut Koentjaraningrat (1989:29) metode deskriptif yaitu metode yang mempunyai tujuan untuk menggambarkan secara jelas mengenai watak-watak manusia, keadaan gejala sekelompok tertentu.
Untuk dapat mencapai penelitian yang valid, reliabel, ekonomis, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka metode penelitian yang digunakan juga harus relevan, layak dan memiliki kemanfaatan terhadap objek yang diteliti. Disamping itu peneliti tetap mempertahankan nilai keobjektifan data dengan penuh tanggungjawab.
Dalam pengembangan metode penelitian, terdapat dua jenis metode, yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Memperhatikan sifat-sifat wujud dan kelayakan objek penelitian serta dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka dalam melakukan penelitian terhadap Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan, peneliti menggunakan metode kualitatif. Semi (1993) menjelaskan, penelitian kualitatif yang diutamakan bukan kualifikasi. Berdasarkan angka-angka tetapi yang diutamakan adalah kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang dikaji secara empiris.
Melalui metode diatas, peneliti mendeskripsikan tentang etika yang terkandung dalam Antologi Kembang Mayang editor Korrie Layun Rampan.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
2.    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Artikel, dan Makalah. Malang: IKIP Malang.
3.      Koentjaraningrat. 1989. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia
4.   Magnis, Frans., Suseno. 1993. Etika Jawa Sebuah Analisis Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
5.  Singarimbun, Masri dkk. 1982. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES (Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial)
6.      Surahmad, Winarno. 1990. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: Tarsito
7.      Departemen Pendidikan Nasional.2003.Kurikulum 2004.Jakarta.
8.      Semi, Atar. 1990. Metode Penelitian Sastra. Padang : Angkasa.


Artikel Terkait:


0 komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar Anda

Subscribe Via Email

catatan "Kang Hasan"

↑ Grab this Headline Animator

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

About Me

Foto Saya
Hasanudin
Ketidaksempurnaan adalah hakiki insan Tuhan. Menjadikan lebih sempurna adalah kewajiban Insan terhadap Tuhan, dengan iman dan takwa kepada-Nya. Sebagai seorang insan kita wajib menghargai ketidaksempurnaan sesama.
Lihat profil lengkapku

Followers

Sponsored by

Ekstra Link

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Add to Google Reader or Homepage Text Back Links Exchanges Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot Cara Membuat Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Back To Top