Drama: Berdasarkan etimologi (asalusul bentuk kata) kata drama berasal dari bahasa Yunani drama yang berarti gerak. Tontonan drama memang menojolkan percakapan (dialog) dan gerak-gerik para pemain (acting) dipanggung.
Drama sering disebut disebut sandiwara atau teater. Kata sandiwara berasal dari Jawa sandi yang berarti rahasia dan warah yang berarti ajaran. Sandiwara bearti ajaran yang disampaikan secara rahasia atau tidak terang-terangan. Mengapa? Karena lakon drama sebenranya mengandung pesan/ajaran (terutama ajaran moral) bagi penontonnya. (Asul Wiyanto, 2007 : 1-2)
Drama dan teater sama-sama mempunyai fungsi yaitu memperlihatkan adegan-adegan dalam pementasan untuk menyampaiakan amanat yang diperagakan oleh para tokoh. Sehingga para penonton menikmati dan berpikir bahwa dalam pementasan tersebut mengandung unsure-unsur kehidupan seperti agama, sosial, ekonomi, percintaan, budaya, dan perilaku dalam kehupan.

Jenis Drama
Menurut Wiyanto, 2007 : 7-10 jenis drama bedasarkan penyajian lakon dapat di katagorina menjadi 8 jenis yaitu;
1.       drama tagedi (duka cerita) adalah drama yang penuh kesedihan.
2.       drama komedi (suka cerita) adalah drama penggeli hati. Drama ini penuh kelucuan yang menimbulkan tawa penonton.
3.       drama targekomedi adalah perpaduan antara drama tagedi dan komedi. Isi lakonnya penuh kesedihanm, tetapi juga menggandung hal-hal yang menggembirakan dan menggelitik hati. Sedih dan gembira silih berganti.
4.       drama opera adalah drama yang dialognya dinyanyikan dengan iringan musik. Lagu yang dinyanyikan pemain satu berbeda dengan lagu yang dinyanyikan pemain lain. Demikian pula irama musik pengiringgnya. Drama jenis ini memang mengutamakan nyanyian dan musik, sedangkan lakonnya sebagai sarana. Opera yang pendek namanya operet.
5.       drama melodrama adalah drama yang dialognya diucapkan dengan iringan melodi/musik. Tentu saja cara mengucapkannya sesuai dengan musik pengiringnya. Bahkan kadang-kadang pemain tidak berbicara apa-apa.
6.       drama farce adalah drama yang menyerupai dalegan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan. Cerita berpola komedi. Gelak tawa dimunculkan lewat kata dan perbuatan.
7.       drama tablo adalah jenis drama yang mengutamakan gerak. Para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan geerakan-gerakan. Jalan cerita dapat diketahui lewat gerakan-gerakan itu.
8.       drama sendratari adalah gabungan antara seni drama dan seni tari. Para pemain adalah penari-penari berbakat. Rangkaian peristiwa diwujudkan dalam bentuk tari yang diringi musik. Tidak ada dialog hanya kadang-kadang dibantu narasi singkat agar penonton mengetahui peristiwa yang sedang dipentaskan.

Berdasarkan sarana/alat yang digunakan untuk menyampaikan kepada penikmat (penonton, pemirsa, atau pendengar), drama dapat dibedakan menjadi enam jenis, yaitu;
1.       drama panggung dimainkan oleh para aktor di panggung pertunjukan. Penonton berada di sekitar panggung dan dapat menikmati secara langsung dengan melihat perbuatan para aktor, mendengarkankan dialog, bahkan dapat meraba kalau mau dan boleh.
2.       drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oelh penikmat.
3.       drama televisi dapat didengar dan dilihat (meskipun hanya gambar). Hampir sama dengan drama penggung, hanya bedanya, drama televisi tak dapat diraba. Drama televisi dapat ditanyangkan langsung, dapat pula direkam dulu lalu ditanyangkan kapan saja sesuai dengan program mata acara televisi.
4.       drama film hampir sama dengan drama televisi. Bedanya, drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukan di bioskop. Namun, drama film dapat pula ditanyangkan dari studio televisi sehingga penonton dapat menikmati di rumah masing-masing.
5.       drama wayang ciri khas tontonan drama adalah ada cerita dilaog. Karena itu, semua bentuk tontonan yang mengandug cerita disebut juga drama, termasuk tontonan wayang kulit (jawa) atau wayang golek (sunda). para tokoh digambarkan dengan wayang atau golek (boneka kecil) yang dimainkan oleh dalang.
6.       drama boneka hampir sama dengan wayang. bedanya, dalam drama boneka para tokoh digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang. bahkan, kalau bonekanya besar (di dalamnya ada orang) boneka itu dapat bermain sendiri tanpa dimainkan dalang.

Beberapa Istilah dalam Drama
1.       Babak merupakan bagian dari lakon drama. satulakon drama mungkin juga lebih. dalam pementasan, batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar, atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. Bila lampu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali, biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Baik setting tempat, waktu, maupun suasana terjadinnya suatu peristiwa.
2.       adegan adalah bagian dari babak. sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting.
3.       prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon (cerita) yang akan disajikan. itulah sebabnya, prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dalam pemerannya. serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.
4.       epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. isinya, biasanya berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil dari penonton drama yang baru saja disajikan.
5.       dialog dalah percakapan para pemain. dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Artinya, jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemain-pemainnya. agar dialog itu tidak hambar, pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Selain itu, pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. seorang pemain yang berbisik, misalnya, harus, harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penontn.
6.       monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Isinya, mungkin ungkapan rasa senang, rencana yang akan dilaksanakan, sikap terhadap suatu kejadian, dll.
7.       mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Ekspresi wajah pemain yang sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah.

Dasar-Dasar Apresiasi Drama
1.       Dalam kamus Webster’s New World Dictionary (1989) akan menjumpai entri atau lena ‘drama’ (hlm. 413) dan theater or theatre (hlm. 1386). Drama diartikan sebagai “a literary composition that tell a story, usually of human conflict, by means of dialogue and action, to be performed by actors”. Atau disalin secara bebas “suatu karangan yang mengisahkan suatu cerita yang mengandung konflik yang disajikan dala bentuk dialog dan laga, dan dipertunjukkan ole para actor di atas pentas”, sedangkan kata theater diartikan sebagai ‘a place where plays, operas, films, etc. are presented”, atau ‘suatu tempat di mana lakon-lakon, opera-opera, film-film, dsb. dipertunjukkan”.
2.       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) drama memiliki beberapa pengertian. Pertama, drama diartikan sebagai komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Ketiga, kejadian yan menyedihkan.
3.       Dalam sejarahnya (Barranger, 1994) kata drama dan teater memiliki arti yang berbeda. Drama berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti ”to do” atau ”to act” (berbuat). Kata teater juga berasal dari Yunani theatron yang berarti ”a place for seeing” (tempat untuk menonton), dengan demikian kata teater mengacu pada suatu tempat di mana aktor-aktros mementaskan lakon. Dengan kata lain, secara lebih mudah, kata drama diartikan sebagai lakon yang dipertunjukkan oleh para aktor di atas pentas, sedangkan teater diartikan sebagai tempat lakon itu dipentaskan. Dengan demikian, seyogyanya kita bukan mengajak ’bermain teater’ tetapi ’bermain drama’, dan bukan ’menonton teater’ tetapi ’menonton drama di teater’. Namun seiring perkembangan zaman, di Indonesia kata ‘teater’ juga digunakan untuk nama dari sebuah kelompok drama. Contoh, Teater Koma, Teater Gandrik, Teater Nol, dan sebagainya.
4.       Pengertian lain, drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan di pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), serta disaksikan oleh penonton.
5.       Ada sejumlah istilah yang memiliki kedekatan makna dengan drama, yaitu.
a.        Sandiwara. Istilah ini diciptakan oleh Mangkunegara VII, berasal dari kata bahasa Jawa sandhi yang berarti rahasia, dan warah yang berarti pengajaran. Oleh Ki Hajar Dewantara, istilah sandiwara diartikan sebagai pengajaran yang dilakukan dengan perlambang, secara tidak langsung.
b.       Lakon. Istilah ini memiliki beberapa kemungkinan arti, yaitu (1) cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film (2) karangan yang berupa cerita sandiwara, dan (3) perbuatan, kejadian, peristiwa.
c.        Tonil. Istilah ini berasal dari bahasa Belanda toneel, yang artinya pertunjukan. Istilah ini populer pada masa penjajahan Belanda.
d.       Teater. Istilah ini berasal dari kata Yunani theatron, yang arti sebenarnya adalah dengan takjub memandang, melihat. Pengertian dari teater adalah (1) gedung pertunjukan, (2) suatu bentuk pengucapan seni yang penyampaiannya dilakukan dengan dipertunjukkan di depan umum.
e.        Pentas. Pengertian sebenarnya adalah lantai yang agak tinggi, panggung, tempat pertunjukan, podium, mimbar, tribun.
f.        Sendratari. Kepanjangan akronim ini adalah seni drama dan tari, artinya pertunjukan serangkaian tari-tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita dengan tanpa menggunakan percakapan.
g.       Opera. Artinya drama musik, drama yang menonjolkan nyanyian dan musik.
h.       Operet. Opera kecil, singkat, dan pendek.
i.         Tablo. Yaitu drama yang menampilkan kisah dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.


Artikel Terkait:


0 komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar Anda

Subscribe Via Email

catatan "Kang Hasan"

↑ Grab this Headline Animator

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

About Me

Foto Saya
Hasanudin
Ketidaksempurnaan adalah hakiki insan Tuhan. Menjadikan lebih sempurna adalah kewajiban Insan terhadap Tuhan, dengan iman dan takwa kepada-Nya. Sebagai seorang insan kita wajib menghargai ketidaksempurnaan sesama.
Lihat profil lengkapku

Followers

Sponsored by

Ekstra Link

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Add to Google Reader or Homepage Text Back Links Exchanges Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot Cara Membuat Blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Back To Top